Informasi selengkapnya mengenai Paguyuban Igo Bandung dapat menghubungi :
Hari : 085721113639
Wetry : 081268087286
13 Desember 2009 pada 3:56 pm (Igo Bandung)
Informasi selengkapnya mengenai Paguyuban Igo Bandung dapat menghubungi :
Hari : 085721113639
Wetry : 081268087286
13 Desember 2009 pada 4:21 am (Igo Bandung)
Irfan Hanif (1d)
Ilham Akbar (2k)
Wetry Febrina (3k)
Hariman Santosa (7k)
Fendy Junata (8k)
M. Reza Andika (3k)
Panji Danumaya (8k)
Stefanus (?)
Lilu (3k)
Marco Elisa (3k)
Tedy Hatadji (?)
Jimmy (?)
Agung Widi P (?)
Agung (?)
Danang Triantoro (7k)
Imam Luthfi (8k)
Evan (9k)
Donny (10k)
Estu (?)
Iqbal (?)
Chandra (?)
13 Desember 2009 pada 4:14 am (Igo Bandung)
Untuk member terbaru PIB, kami ucapkan selamat bergabung kepada
Chandra (?)
Semangat! dan jangan cepat menyerah!
(Maaf terlambat memperkenalkan)
13 Desember 2009 pada 3:59 am (Igo Indonesia)
Igo di indonesia mulai booming sejak anime hikaru no go ditampilkan di Trans 7, tahun 2004. Mereka yang mengenal igo melalui anime Selain itu terdapat beberapa pekerja di perusahaan asia yang telah mengenal igo melalui bosnya
13 Desember 2009 pada 3:56 am (Laporan Mingguan)
Andi(3k) vs Wetry(3k), W+9.5
Wetry(3k) vs Hari(7k), (H4), W+R
Ilham (1k) vs Andi (3k), (H2), W+R
Ilham (1k) vs Wetry (3k), (H2), W+R
Ilham (1k) vs Hari (7k),(H4), W+R
Ilham (1k) vs Wetry (3k),(H2), B+R
Point Rank :
Ilham = 1176
Andi = 1007
Hari
yang lain tetap seperti minggu lalu
13 Desember 2009 pada 3:49 am (Kumpul Rutin)
Mulai bulan Desember 2009, Paguyuban Igo Bandung mengadakan kumpul 2 kali.
1. Tempat Hari
Hari : Sabtu
Pukul : 16.00 s.d. selesai
Alamat : Jl. Titiran No.27 Bandung
2. YKBI
Hari : Minggu
Pukul : 12.00 s.d. selesai
Alamat : Jl. Pangkur No.20 Turangga, Bandung
Bagi yang berminat, silahkan datang pada kumpul rutin tersebut.
Terima kasih.
17 September 2009 pada 7:02 am (Artikel Igo, Berita Igo, Igo Indonesia)
Tags: igo, Igo Indonesia, indonesia, Klub Igo
Igo mulai masuk ke Indonesia sekitar pada tahun 80an. Saat itu pemain igo di Indonesia masih didominasi oleh karyawan di perusahaan-perusahaan Jepang, Korea, China, negara dimana permainan igo sangat terkenal. Saat itu pemain igo yang merupakan warga negara Indonesia masih sangat sedikit, sisanya adalah pegawai non-Indonesia (asing). Mereka sering berkumpul di Japan Foundation. Di Indonesia, Japan Foundation terletak di Jakarta, tepatnya di Gedung Summitmas I lantai 2. Setelah hanya sebagai tempat berkumpul, kemudian Japan Foundation mulai mempopulerkan igo di Indonesia dengan membuka kelas igo dan mengadakan turnamen setiap tahunnya.
Perkembangan igo di Indonesia berjalan pesat sejak ditayangkannya anime hikaru no go tidak lama setelah komik hikaru no go. Hikaru no go menceritakan tentang kisah Hikaru sejak mulai bermain igo hingga menjadi seorang profesional. Penceritaan tokoh hikaru yang sangat membawa emosi khas anime dari jepang, membuat para pemirsanya di Indonesia, yang didominasi kalangan pelajar, akhirnya tidak hanya tertarik dengan tokoh Hikaru saja namun juga tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang permainan igo.
Didukung dengan semakin banyaknya pemain Igo di Indonesia, Japan Foundation akhirnya mengadakan turnamen igo di Indonesia untuk para pemula pertama kalinya pada tahun 2005. Pada tahun yang sama, Indonesia juga telah mengirimkan wakilnya untuk mengikuti kejuaraan amatir igo dunia JAL CUP dan hasilnya Indonesia finish di peringkat 57 dari 65 peserta. Saat ini, Indonesia telah rutin mengirimkan wakilnya untuk mengikuti kejuaraan baik ditingkat dunia maupun asia. Salah satu prestasi igo Indonesia di tingkat adalah dengan finish diurutan ke-empat pada SEA-GAMES tahun 2007 untuk kelas igo wanita.
Saat ini pemain igo di Indonesia sudah mencapai ribuan orang, komunitas-komunitas igo-pun bermunculan di Indonesia. Untuk menaungi pemain di tingkat nasional,dibentuk Indonesian Go Organization, yang sekarang berubah nama menjadi Federasi Igo Indonesia. Sampai sekarang anggota resmi Federasi Igo Indonesia mencapai 50 orang. Rencana dalam jangka pendek Federasi Igo Indonesia adalah memasukkan permainan igo sebagai induk organisasi olahraga di bawah KONI.
Selain federasi nasional, terdapat juga komunitas igo daerah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Di Indonesia, saat ini terdapat komunitas igo di kota Jogjakarta, Semarang, Surabaya, dan pastinya di Bandung dengan Paguyuban Igo Bandung-nya. Hanya saja saya belum terlalu melihat integerasi dari komunitas-komunitas tersebut baik antar daerah maupun daerah dengan pusat. Hal ini ditunjukan dengan masih terdapat perbedaan penggunaan standar ranking, belum adanya wakil daerah di Federasi Igo Indonesia, dan belum terselenggaranya turnamen antar daerah.
Semoga igo di Indonesia dapat semakin berkembang.
16 September 2009 pada 7:59 am (Artikel Igo, Pengetahuan Igo)
Tags: Handicap, igo, peraturan
Salah satu keunikan dalam permainan igo adalah terdapatnya sistem handicap (batu tambahan), sistem yang sangat jarang terdapat dalam permainan board game pada umumnya. Dengan adanya sistem ini, permainan igo semakin menarik untuk dimainkan. Karena walaupun terdapat perbedaan kekuatan dari kedua pemain yang bertanding, pertandingan tetap berlangsung imbang. Sistem ini memberikan batu tambahan kepada lawan tandingnya, sesuai dengan perbedaan level permainan dari kedua pemain. Jika diberi pengandaian, sistem ini serupa dengan balapan lari dengan pelari yang lebih lambat diberi kompensasi berupa memulai perlombaan dari posisi start lebih depan, sedemikian sehingga pelari yang lebih cepat tetap harus memberikan seluruh kemampuannya jika ingin memenangkan perlombaan.
Dalam permainan igo yang menggunakan aturan handicap, pemain yang lebih lemah akan mendapatkan batu tambahan yang diletakan sebelum permainan dimulai. Ada 2 macam peletakan dari batu tambahan, sesuai dengan aturan Cina atau aturan Jepang. Pada aturan Cina, batu tambahan diletakan sesuai keinginan pemain yang lebih lemah, namun pemain yang lebih kuat diberikan kompensasi berupa tambahan nilai (komi). Sedangkan pada aturan Jepang, posisi batu tambahan telah ditentukan baik 2 batu hingga posisi untuk 9 batu, atau 13 atau 17 batu. Aturan jepang lebih umum digunakan karena permainan igo di Korea maupun di dunia Barat (Eropa dan Amerika) juga digunakan aturan Jepang. Sistem ini hampir digunakan untuk setiap permainan non-turnamen. Bahkan beberapa turnamen amatir juga turut menggunakannya.
Jumlah batu tambahan yang biasa digunakan adalah 2 hingga 9 batu tambahan. Selain itu terdapat juga sistem 13 batu yang digunakan untuk mengajarkan pemula dan 17 batu untuk permainan kill-all-go (permainan dimana hitam harus mendapatkan semua wilayah dipapan). Jumlah batu tambahan pada permainan igo yang umum (2-9 batu) ditentukan oleh perbedaan ranking yang kedua pemain. Ranking dalam igo dimulai dari terendah ke yang terkuat adalah 30k(kyu) – 1k, kemudian 1d(dan amatir) – 9d, 1p (dan profesional) – 9p. Untuk para pemain amatir (30k hingga 9d), perbedaan satu level diperlukan satu batu tambahan untuk menyeimbangkannya. Misal pemain berkekuatan 3k bertanding imbang dengan 6k yang diberikan 3 batu tambahan, pemain 5d juga akan bermain imbang dengan 2k yang diberikan 6 batu. Namun, untuk para pemain profesional, skala permainan mereka sudah sangat berimbang, pemain 1p dengan 9p seringkali disebut hanya memiliki perbedaan 1 batu, sehingga tidak ada sistem handicap pada permainan profesional igo.
Tidak jarang saya bertemu dengan beberapa orang yang menolak untuk diberikan handicap. Menurut saya, biasanya mereka baru mengenal igo dan belum pernah mencoba bermain dengan handicap melawan pemain yang lebih kuat. Permainan igo dengan menggunakan handicap melawan pemain lebih kuat justru memberikan permainan yang lebih seru karena pemain yang kuat akan berusaha sekuatnya mengejar ketertinggalnnya. Bandingkan saja mana yang lebih seru, dikejar harimau atau balap lari dengan harimau tapi harimaunya dari awal tanding di depan terus.. Hehehe. Selain itu, karena permainan igo yang cukup panjang (rata-rata hingga 200an langkah), peletakan batu tambahan jarang sekali merubah permainan dari igo. Maka jangan bayangkan permainan handicap di igo seperti bermain catur tanpa salah satu kuda/pion yang akan merubah arah permainan. Peletakan batu tambahan hanya akan merubah sedikit langkah opening (30-40 langkah awal) dari permainan, namun sekali lagi opening pada permainan igo tidaklah sepenting opening pada permainan catur. Opening pada permainan igo (fuseki) memiliki terlalu banyak kemungkinan langkah (sekitar 60 kemungkinan langkah bagus pada awal permainan untuk setiap langkahnya) sehingga teori fuseki (joseki) di igo menjadi tidak pasti. Bahkan pada turnamen profesional, seorang profesional sering terlihat mencoba langkah-langkah diluar joseki. Oleh karena itu, jangan sungkan-sungkan untuk meminta batu tambahan kepada pemain yang lebih kuat. Karena hal tersebut dapat membuat permainan lebih menarik bagi kedua pemain.
Selamat bermain igo.
16 September 2009 pada 4:06 am (Artikel Igo, Igo Indonesia)
Tags: igo, indonesia
Artikel igo di kompas :
Kamis, 6 November 2008 | 22:45 WIB
Permainan Igo yang sangat terkenal di Jepang kini mulai berkembang di Indonesia. Hubungan yang terbina baik antara Indonesia dan Jepang membuat permainan Igo mudah diterima masyarakat Indonesia. Permainan ini menarik banyak minat setelah film kartun Hikaru No Go diputar di stasiun TV7 pada tahun 2002.
Kini popularitas Igo disebarkan dengan adanya aktivitas Igo di Japan Foundation di Jakarta dan di kampus Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta setiap minggu. Di Japan Foundation, kegiatan Igo diselenggarakan tiap Jumat pukul 16.00-21.00. Diperkirakan kini telah 1.000 lebih warga Indonesia bermain Igo.
”Pemainnya sebagian orang Indonesia yang pernah tinggal di Jepang, atau orang Indonesia yang bekerja di perusahaan Jepang. Dia dikenalkan permainan ini oleh bosnya,” kata Edwin Halim, Ketua Umum Federasi Igo Indonesia, di Pameran Indonesia-Jepang Expo 2008 di Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran, Jakarta, Selasa (4/11). Bagi warga Jakarta yang ingin tahu Igo bisa datang ke stan Igo untuk belajar. Pelatihan diberikan gratis hingga Jumat (7/11).
Igo adalah permainan di mana dua orang saling memperebutkan wilayah permainan. Permainan ini menggunakan papan seperti catur, dengan 19 titik x 19 titik yang terhubung oleh garis. Setiap pemain bisa melangkah ke mana saja, tidak seperti catur yang mempunyai ketentuan langkah setiap bidaknya. Akibatnya, setiap pemain tidak bisa memprediksi ke arah mana lawannya akan melangkah.
Pemain pertama memakai biji hitam, sedangkan pemain yang lain memakai biji putih. Setiap pemain harus berusaha menutup jalan lawannya sehingga dia bisa merebut wilayah kekuasaan lawan. Strategi dan langkah yang diambil setiap pemain selalu berbeda di setiap permainan. Inilah yang membuat permainan Igo menjadi sangat menarik.
Permainan Igo sebenarnya berasal dari China kuno. Ada cerita yang mengatakan, permainan ini diciptakan oleh Kaisar Yao (2357-2256 SM) sebagai hiburan untuk anaknya. Ada juga cerita yang menyebutkan Kaisar Shun (2255-2205 SM) yang menciptakan permainan ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir anaknya yang lemah.
Igo masuk ke Jepang dari Korea oleh para seniman, kaum terpelajar, dan pegawai pemerintahan yang bermigrasi ke Jepang untuk menghindari kekacauan politik Korea. Namun, ada juga yang percaya Igo dibawa langsung dari China pada tahun 735 oleh Kibi no Makibi, Perdana Menteri Agung Kibi. Pada zaman ini, permainan Igo menjadi permainan elite kerajaan.
Kini di Indonesia permainan Igo sudah mulai dikenal. Sudah beberapa kali turnamen diselenggarakan. Baik antara pemain Indonesia maupun turnamen empat negara, yakni Indonesia, China, Jepang, dan Korea. Beberapa kali pemain Indonesia keluar sebagai juara. Pada Sabtu (8/11) dan Minggu (9/11) ini juga akan diselenggarakan turnamen Igo di Indonesia-Jepang Expo.
Namun, Edwin mengakui, hingga kini untuk mendapatkan peralatan mainan asli masih sulit. ”Kami masih mengimpornya dari Korea. Harganya cukup mahal, Rp 200.000/set,” ujarnya.
Untuk menghemat, akhirnya banyak pemain yang memakai karton yang telah diberi garis kotak-kotak sebagai pengganti papan permainan, sedangkan untuk biji Igo diganti dengan kancing baju. (M CLARA WRESTI)
24 Agustus 2009 pada 4:40 am (Laporan Mingguan)
Ilham (1k) : 1180
Hari (7k) : 726
Lilu (3k) = 1001
Imam (8k) = 680
Evan (9k) = 625
Doni (10k) = 575
yang lain sama dengan minggu sebelumnya